Gejala-Demam-Berdarah-Dengue

Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)

Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)

Ditulis Oleh : dr. Sri Pertiwi
Dipublish Pada : 28 Oktober 2024

Lensaperjalanan.com salah satu website traveling dan website review makanan. penyakit tropis yang sering ditemui di negara berkembang seperti indonesia sebagai penyebab komplikasi serius dari infeksi virus dengue. Virus dengue adalah virus RNA dengan untai positif yang ada di genus Flavivirus dari famili Flaviviridae yang memiliki 4 serotipe yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. DBD ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina yang ada di dalam tubuhnya virus dengue. Virus ini masuk ke tubuh manusia lewat kelenjar ludah nyamuk saat hisapan dan akan bereplikasi di tubuh manusia selama 5-7 hari dan biasanya akan timbul gejala klinis (WHO,2018).World Health Organization (WHO) mencatat Indonesia sebagai negara dengan kasus dbd tertinggi se Asia tenggara pada tahun 1968 sampai dengan 2009. Angka kematian kasus DBD pada tahun 2015 berkisar 1.071 orang dari 129.650 kasus DBD. Tahun 2016 kasus DBD dengan 1.593 kematian. Pada tahun 2017 sebanyak 493 kematian dari 68.407 penderita. Pada tahun 2018 sebanyak 53.075 dan 344 kematian. Tahun 2019 per 29 Januari 2019 dilaporkan sebanyak 13.683 kasus dengan 133 kematian(Kemenkes RI, 2019). Yuk simak penjelasannya berikut ini!

Penyebab Diare

Terdapat 4 kriteria definisi DBD menurut WHO :

  1. Demam atau riwayat demam yang berlangsung selama 2-7 hari
  2. Terdapat tanda perdarahan
  3. Trombositopenia atau jumlah trombosit <100,000/mm3
  4. Peningkatan permeabilitas kapiler.

Apa saja gejala awal demam berdarah dengue?

Gejala DBD bergantung pada fase yang ada. Fase demam, fase kritis ataupun fase pemulihan memiliki manifestasi klinis yang berbeda :

  1. Fase demam.
    Pada Fase ini meliputi demam tinggi mencapai 40℃ yang timbul mendadak, terjadi terus menerus selama 2-7 hari. Demam disertai dengan manifestasi klinis lain seperti muka kemerahan, sakit kepala, nyeri di mata, myalgia artralgia, anoreksia, nyeri ulu hati, mual dan muntah, nyeri daerah subskostal kanan, nyeri abdomen difus, dan nyeri tenggorok. Dapat terjadi perdarahan ringan yaitu petekie dan perdarahan membran mukosa. Pada fase ini ditemukan penurunan jumlah total leukosit, neutrofil dan trombosit.
  2. Fase kritis.
    Fase ini terjadi ketika demam mulai turun (suhu tubuh 37,5-38oC). Pada fase ini terjadi perembesan plasma yang dapat menyebabkan syok hipovolemik pada pasien, dan pada akhir fase demam (sekitar hari 3-7) dapat timbul tanda bahaya akibat permeabilitas kapiler yang meningkat bersamaan dengan kadar hematokrit yang meningkat.
  3. Fase pemulihan.
    Pada fase ini Pasien yang berhasil melewati fase kritis selama 24-48 jam, akan terjadi reabsorbsi cairan ekstravaskular bertahap yang terjadi selama 48-72 jam berikutnya. Terjadi perbaikan keadaan umum, nafsu makan, diuresis serta status hemodinamik yang stabil. Terjadi juga perbaikan secara klinis serta pada hasil pemeriksaan laboratorium. Perembesan plasma yang hebat akan menyebabkan syok atau DSS. Beberapa faktor hemodinamik juga berkontribusi terhadap syok yang terjadi pada DBD Dimana terjadi peningkatan resistensi pembuluh darah sistemik akibat ekstravasasi plasma, yang mengakibatkan penurunan preload. Selain itu, depresi, miokard yang terkait kemungkinan besar berkontribusi terhadap syok. Dehidrasi akibat muntah dan kurangnya asupan juga mungkin berperan. Beberapa pasien demam berdarah kemudian menderita demam berdarah dengue (DBD), suatu bentuk penyakit yang parah dan terkadang fatal. Saat demam mulai mereda (biasanya 3-7 hari setelah timbulnya gejala), pasien mungkin mengalami warning signs.

Terdapat 4 Warning signs yaitu: nyeri perut yang parah, muntah terus-menerus, perubahan suhu yang signifikan (dari demam menjadi hipotermia), gejala hemoragik, atau perubahan status mental (iritabilitas, kebingungan, atau tidak sadarkan diri). Pasien juga mungkin menunjukkan tanda-tanda awal syok, termasuk kegelisahan, kulit terasa lembap disertai dingin, denyut nadi lemah, dan penyempitan tekanan nadi (tekanan darah sistolik - tekanan darah diastolik). Pasien demam berdarah harus diberitahu untuk kembali ke rumah sakit jika mengalami gejala-gejala tersebut

Bagaimana diagnosis demam berdarah dengue?

Diagnosis DBD meliputi :

Anamnesis

  1. Gejala utama berupa demam yang terjadi mendadak tinggi, selama 2-7 hari bersifat kontinu
  2. Lesu, tidak mau makan, dan muntah
  3. Nyeri kepala, nyeri otot, dan nyeri perut
  4. Manifestasi perdarahan seperti perdarahan kulit dan mimisan

Anamnesis

  1. Demam tinggi disertai facial flush
  2. Nyeri tenggorok dengan faring hiperemis
  3. Adanya tanda tanda perdarahan
  4. Dapat ditemukan hepatomegali dan kelainan fungsi hati
  5. Tanda-tanda syok: gelisah hingga terjadi penurunan kesadaran, sianosis, nafas cepat, takikardi, nadi terasa halus kadang-kadang tidak teraba, tekanan darah turun, tekanan nadi (selisih sistolik dan diastolik) 20 mmHg, akral dingin pucat, dan tampak lemas

Laboratorium

  1. Darah perifer, kadar hemoglobin, leukosit, hematokrit, trombosit, dan hitung jenis. Trombositopenia (≤100.000/mikroliter)
  2. Hemokonsentrasi, dilihat dari peningkatan hematokrit >20% dari nilai dasar / menurut standar umur dan jenis kelamin Serologis
  3. Uji hemaglutinasi inhibisi dilakukan saat fase akut dan fase konvalesen
  4. Uji komplemen fiksasi
  5. Uji neutralisasi
  6. Uji serologi dengue IgG dan IgM

Radiologis

  1. Foto Thoraks: Pada foto thoraks terhadap kasus DBD derajat III/IV dan sebagian besar derajat II, didapatkan efusi pleura, terutama di sebelah hemitoraks kanan.
  2. USG: Efusi Pleura, ascites, kelainan (penebalan) dinding vesica felea dan vesica urinaria

Apa saja faktor risiko demam berdarah dengue?

Faktor risiko demam berdarah dengue meliputi:

  1. Usia di bawah 12 tahun
  2. Ras Kaukasia
  3. Jenis kelamin perempuan
  4. Pernah terinfeksi dengue
  5. Tinggal di atau bepergian ke daerah endemis dengue

Apa saja komplikasi dari demam berdarah dengue?

Demam berdarah dengue (DBD) dapat mengancam jiwa. Komplikasi demam berdarah dengue meliputi:

  1. Kerusakan otak
  2. Ensefalitis (peradangan dan pembengkakan otak akibat infeksi virus atau penyebab lainnya)
  3. Gagal hati
  4. Kejang
  5. Syok

Bagaimana demam berdarah dengue dapat diobati?

Pengobatan infeksi dengue umumnya bersifat simtomatis dan suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma sebagai akibat peningkatan permeabilitas kapiler akibat adanya perdarahan. Pasien DD dapat berobat jalan sedangkan pasien DBD dirawat di ruang perawatan biasa. Sementara perawatan intensif diperlukan untuk kasus DBD dengan komplikasi. Jika terdapat tanda syok seperti berkurangnya buang air kecil, sedikit keluar air mata, mulut kering, lesu dan kulit lembap segera hubungi dokter untuk mengurangi angka kematian akibat DBD.